Sabtu, 01 Juni 2013

Tips Memilih Tukang Bangunan Yang Ideal

Jika anda berencana hendak membangun rumah, ruko, villa, dsb, tentulah rencana anda tersebut tidak dapat di wujudkan tanpa adanya jasa para tukang bangunan yang akan melaksanakan proyek bangunan anda.jadi setelah anda memiliki konsep, gambar, dan budget anggaran yang di susun dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka selanjutnya anda harus mencari tukang bangunan yang kompatibel, artinya mereka telah memiliki kapasitas dari segi  keahlian dan pengalaman yang minimal cukup memadai, dan maksimalnya tentu anda mengharapkan mendapatkan tukang yang sudah sangat terampil (yang ini yang agak susah mencarinya) didalam melaksanakan pekerjaan bangunan mulai dari nol hingga tahap finishing.
berikut ini tips yang bisa anda pertimbangkan untuk memilih tukang bangunan yang "IDEAL".
  1. Carilah tukang bangunan yang usianya tidak terlalu tua dan tidak juga terlalu muda mungkin idealnya yang berusia sekitar 25 sampai dengan 40 tahunan yang biasanya cukup stabil, matang, dan cukup dalam hal pengalamannya, disamping jam "terbangnya" sudah cukup memadai.,kenapa demikian? jika anda memilih tukang yang berusia diatas 40 tahun walaupun pengalamannya sudah segudang maka kemungkinan besar kemampuan fisiknya, control otaknya, dan produktivitas kerjanya sudah mulai menurun dan cocoknya dia menjadi seorang mandor daripada menjadi tukang , dan bila anda memilih tukang yang berusia sangat muda bisa di pastikan segi skillnya, pengalamannya, sikap kedewasaanya, masih kurang baik, dan juga biasanya di usia yang masih sangat muda segi pengendalian emosionalnya masihkurang kontrol.
  2. Carilah tukang yang karakternya serius,ciri-cirinya tukang tersebut tidak banyak bicara, tapi lebih banyak tekun bekerja, jangan sekali-kali memilih tukang yang banyak bicara, biasanya dia hobby mengobrol, sehingga waktu kerja menjadi kurang efektif karena banyak mengobrol sambil bekerja akan menyita waktu pekerjaan, dan membuat si tukang menjadi kurang fokus dalam pekerjaannya karena terbagi fokusnya mengenai tema yang menjadi bahan obrolan dengan teman sekerjanya
  3. hindari memilih tukang yang " bemulut besar" atau tukang yang suka membangga-banggakn dirinya, kemampuannya, atau pengalamannya. ingatlah kata pepatah "TONG KOSONG NYARING BUNYINYA" jangan telalu percaya dengan promosi diri yang berlebihan dari si tukang, bisa-bisa anda kecewa di kemudian.
  4. Carilah tukang yang jujur, agak sulit memang untuk menilai kejujuran seseorang, apalagi yang baru kita kenal. mungkin anda bisa tes kejujurannya dengan cara memantau pekerjaan mereka secara diam-diam dan anda mengetahui apa yang sedang si tukang kerjakan apakah benar-benar sedang tekun bekerja ataukah lebih banyak istirahatnya, misalnya banyak berhenti kerja sejenak atau merokok sejenak,dari pengamatan secara diam-diam ini anda akan mengetahui dia bertanggung jawab dalam pekerjaannya atau tidak. atau salah satu tes lagi, ketika pembayaran upah berilah dia uang lebih, dan anda pura-pura tidak tahu kelebihan itu. apabila si tukang mengembalikan kelebihan uang tersebut berarti dia cukup jujur, dan boleh di coba beberapa kali untuk mengujinya.mungkin bisa juga dengan cara lainnya.
  5. Jangan memilih tukang yang kelihatannya pelupa dan sembrono, karena dapat menyebabkan kesalahan kerja yang bisa merugikan anda karena harus mengeluarkan uang lebih untuk mengulangi pekerjaan,membeli material lagi dan membayar upah si tukang tsb.
  6. carilah tukang yang bisa mengerti mengenai gambar kerja/gambar arsitektural, juga agar terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaannya.dan
  7. pilihlah tukang yang memiliki tingkat kepatuhan yang cukup baik, artinya jika kita memberikan arahan mengenai apa yang anda inginkan / mengenai pekerjaan yang harus dia kerjakan. si tukang segera mengerjakan pekerjaan tersebut tanpa menunda-nunda nya atau tanpa menginterupsi anda secara provokatif karena walaupun alasan interupsinya mungkin benar menurut pengalamannya / secara teknis namun dia harus ingat bahwa anda lah majikannya, anda lah pula yang mengetahui kemauan dan kemampuan anda sendiri dalam hal yang berkaitan proyek bangunan anda tersebut, hindari terlalu menuruti saran-saran tukang yang bisa menyebabkan pembengkakan anggaran pembangunan anda, misalnya, anda sudah menghitung sfek dan volume kerja proyek bangunan anda adalah seperti rencana anda namun tukang anda menyarankan untuk mengganti spek bangunan dengan material yang lebih mahal dari spek sudah anda rencanakan, dan juga menyarankan anda menambah volume pekerjaan lebih dari yang anda telah hitung. tentunya itu akan menyebabkan pembengkakan biaya bangunan anda pula dan jika tak terdanai maka bangunan anda malah tidak selesai karena kehabisan dana.
  8. Pilihlah tukang yang tingkat intelektualnya cukup, maksudnya meskipun cuma tamatan SD, atau SMP, tapi kita bisa melihat dari sikap, cara bicara, caranya menyampaikan ide-ide nya, serta melihat dari kinerjanya yang menggambarkan bahwa dia memiliki tingkat kecerdasan yang cukup, secara non formal, khususnya di bidang pekerjaannya.wajiblah seorang tukang bangunan bukan seorang yang buta huruf, penting itu!, guna mnghindari kesalahan kerja pula.
  9. Jangan mencari Tukang yang suka mengkonsumsi MIRAS dan NARKOB,  tukang yang seperti ini tentunya bukan hanya bisa mengacaukan pekerjaan diproyek anda tapi juga bisa membahayakan  dirinya dan orang-orang di sekitarnya apabila dia "PAKE" disaat melakukan pekerjaannya, tentu saja dia tidak bisa mengontrol penuh sikap, perilakunya dan pekerjaannya pada saat dia "mabuk" dia bisa melakukan kesalahan/kelalaian kerja yang dapat menyebabkan kerusakan, ataupun kecelakaan kerja dirinya maupun rekan sekarjanya, ataupun orang-orang yang berada di sekitarnya.bagaimana membedakan tukang yang "pemakai" dengan yang tidak? sebenarnya saya kurang tahu juga bedanya, tapi dari artikel-artikel yang pernah saya baca, biasanya ada ciri-ciri tertentu yang membedakan sesorang dalam kondisi "Fly" dengan yang tidak, misalnya mata selalu merah, pupil mata membesar, sikapnya agak apatis, atau sebaliknya bersikap gembira yang berlebihan/tidak sewajarnya, sangat urakan dan provokatif (tergantung jenis NAZA yang di gunakannya) 
  10. Pilihlah Tukang yang bisa bekerja baik walaupun secara individu / mandiri tanpa terlalu mengandal kan bantuan pembantu tukang, karena inipun dapat mempercepat waktu pekerjaan, daripada tukang yang "manja" artinya didalam bekerja dia lebih banyak dibantu oleh kenek/pembantu tukang, atau tukang yang lainnya, dari pada mengerjakannya sendiri (padahal dia mampu). tukang yang "manja" begini malah banyak menghambat pekerjaannya sendiri dan juga pekerjaan rekan-rekan sekerjanya sehingga bisa memperlambat waktu penyelesaian pekerjaan.
  11. jika memungkinkan untuk anda bisa memilih, maka pilihlah tukang yang cukup religius/taat beribadah, misalkan, walaupun sibuk bekerja dia tidak pernah melewatkan waktu menunaikan sholat 5 waktu (jika muslim)  karena berdasakan pengalaman saya, tukang yang sepertinya, umumnya berperilaku baik, disiplin, bertanggung jawab, dan tekun didalam pekerjaannya, mungkin karena pengaruh jiwanya yang religius memberikan nya tambahan motivasi dan energi fositif didalam melaksanakan pekerjaannya. dan hasil pekerjaannya pun nantinya akan lebih banyak mengandung keberkahan.tapi... jangan pula point ini di jadikan patokan sebab tergantung juga pada kinerja si tukang tersebut, walau seorang tukang yang rajin sholat misalnya, namun pekerjaannya lambat, tetap saja anda yang rugi apalagi jika sistem pekerjaannya adalah sistem upah harian.
Demikian beberapa tips berdasarkan pengalaman kami selaku penyedia jasa kontruksi/bangunan, jika anda masih sulit menemukan tukang bangunan yang ideal untuk mengerjakan bangunan anda, hubungi saja kami Agen Properti Cimahi Hotline 0877 5757 3767 kami siap membantu anda. 
semoga tulisan ini bermanfaat. Sumber : http://cvemasnapropertindosentosa.blogspot.com

0 komentar :

Poskan Komentar